Postingan

Menampilkan postingan yang sesuai dengan penelusuran untuk belajar-dari-sikap-santun-rasulullah-saw

Belajar Dari Perilaku Santun Rasulullah Saw

Gambar
Sikap Santun Rosululloh   al-Hilm (penyantun) ialah keadaan diantara dua hal yang jelek, yaitu murka dan bodoh, maka kalau seseorang menuruti kemauan marahnya tanpa logika dan pedoman (bashiroh) beliau telah jatuh pada keburukan , dan kalau beliau berbuat bodoh, menyia-nyiakan haknya dan rela dengan kemarahan, aniaya dan kedzaliman beliau telah jatuh pada keburukan. akan tetapi kalau di menghiasi dirinya dengan sifat santun padahal beliau bisa melepas kemarahannya, maka kesantunannya terhadap orang-orang yang berhak disantuni menjadi-kannya berada dalam keutamaan (fadhilah).   Disana ada kaitan yang akrab antara al-hilmu dan menahan marah. Bahwa menahan murka ialah awal dari sifat penyantun (sebuah sifat yang utama lagi mulia), dan menahan murka membutuhkan pada pembatalan sesuatu (dari jiwa), peperangan dan ketabahan jiwa. Maka kalau kekuatan menahan murka ini telah menjadi abjad yang menancap dalam jiwa dan menjadi tabiatnya, demikian itulah yang disebut ...

Seperti Apakah Keberanian Rasulullah ? Cari Tahu !

Gambar
Keberanian Rosululloh Hakikat keberanian yaitu mengekang jiwa dari dorongan-dorongan rasa takut sehingga manusia  tidak takut dalam kondisi-kondisi yang memerlukan keberanian, sedang rasa takut merupakan keburukan dan tercela. Nabi Muhamamad   yaitu insan yang paling elok akhlaknya, paling dermawan, dan paling berani. Dengan demikian seorang Muslim selayaknya mengakibatkan Nabi Muhammad   yaitu sebaik-baik qudwah (teladan) dan teladan dalam hal keberanian. Berikut ini beberapa teladan keberanian Rosululloh  : 1.    Ketika pertempuran Hunain benar-benar berkecamuk, sedangkan pasukan Kaum Muslimin dan kafir telah bertemu, tiba-tiba kaum Muslimin lari mundur ke belakang. Kendatipun kaum Muslimin mundur ke belakang, namun Rosululloh   tetap memacu kudanya menghadapi tentara kafir. Dengan gagah berani Beliau   menghadapi serangan orang-orang kafir yang semakin ganas, kemudian Beliau   bersabda: “Wahai ‘A...