Postingan

Menampilkan postingan yang sesuai dengan penelusuran untuk sikap-ketidak-tergesaan-rasulullah

Sikap Ketidak Tergesaan Rasulullah

Gambar
Sikap Ketidak Tergesaan Rosululloh    al-Anatu (kehati-hatian) yakni simbol kesabaran, ia merupakan sifat orisinil orang-orang yang cendekia dan cerdik. Berbeda dengan tergesa-gesa  (al-‘ajalah) yang merupakan sifat dasar orang tolol dan gegabah. Sifat tergesa-gesa menawarkan bahwa pemiliknya tidak mempunyai iradah yang berpengaruh yang bisa mengekang nafsunya di hadapan dorongan-dorongan ketergesa-gesaan yang ada dalam jiwanya hal ini berbeda dengan perilaku lambat dan pelan, keduanya merupakan sifat dasar orang yang malas dan suka mengaggap remeh setiap perkara. Kedua perilaku ini menawarkan bawa pemiliknya tidak mempunyai kemampuan untuk mendorong dan memompa semangat dan cita-citanya dalam mengerjakan sesuatu perbuatan untuk mewujudkan sesuatu yang menjadi harapanya. Hal ini juga menawarkan bahwa orang tersebut tidak memilik keinginan tinggi yang mengangkatnya kepada kesempurnaan. Dia senantiasa ridho dengan sesuatu yang rendah, alasannya lebih mementingk...

Belajar Dari Perilaku Santun Rasulullah Saw

Gambar
Sikap Santun Rosululloh   al-Hilm (penyantun) ialah keadaan diantara dua hal yang jelek, yaitu murka dan bodoh, maka kalau seseorang menuruti kemauan marahnya tanpa logika dan pedoman (bashiroh) beliau telah jatuh pada keburukan , dan kalau beliau berbuat bodoh, menyia-nyiakan haknya dan rela dengan kemarahan, aniaya dan kedzaliman beliau telah jatuh pada keburukan. akan tetapi kalau di menghiasi dirinya dengan sifat santun padahal beliau bisa melepas kemarahannya, maka kesantunannya terhadap orang-orang yang berhak disantuni menjadi-kannya berada dalam keutamaan (fadhilah).   Disana ada kaitan yang akrab antara al-hilmu dan menahan marah. Bahwa menahan murka ialah awal dari sifat penyantun (sebuah sifat yang utama lagi mulia), dan menahan murka membutuhkan pada pembatalan sesuatu (dari jiwa), peperangan dan ketabahan jiwa. Maka kalau kekuatan menahan murka ini telah menjadi abjad yang menancap dalam jiwa dan menjadi tabiatnya, demikian itulah yang disebut ...