5 Cara Gampang Semoga Terhindar Dari Sifat Tercela
3. Berdoa kepada Alloh .
Doa mempunyai tugas yang begitu penting dalam terapi budbahasa jelek alasannya ialah seorang insan tidak akan bisa berbuat sesuatu dan tidak bisa meraih apa yang diperlukan kalau Alloh tidak menolong dan memberi taufik kepadanya. Dalam hal ini, saat seseorang ingin merubah huruf buruknya, maka hendaklah ia berdoa kepada Alloh semoga Dia membantunya dalam mensukseskan terapi yang ia lakukan sehingga memperoleh hasil yang memuaskan.
Rosululloh sang pemilik budbahasa mulia, yang telah disaksikan oleh Alloh pun masih berdoa semoga dianugerahkan kepadanya budbahasa yang baik lagi mulia itu. Di antara doa yang ia panjatkan adalah;
))اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ اصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ((
“Ya Alloh, tunjukilah saya kepada budbahasa yang baik, tidaklah bisa menunjuki kepada budbahasa baik kecuali Engkau, dan jauhkan dariku budbahasa buruk, tidak bisa menjauhinya dariku kecuali Engkau.” (HR. an-Nasa’i)
4. Berteman dengan orang sholih.
Teman yang sholih sangat besar andilnya dalam meluruskan sikap seseorang, serta mempunyai imbas yang begitu besar lengan berkuasa pada diri temannya. Maka dari itu Rosululloh telah berpesan kepada kita semoga menentukan sobat yang shaleh dan mempunyai budbahasa yang mulia.
Rosululloh bersabda:
(( الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَليَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ ))
“Seseorang tergantung pada agama temannya, maka setiap diantara kalian menentukan siapa yang dijadikan teman.” (HR. Abu Dawud)
Bahkan ia memberi perumpamaan antara sobat yang sholih dengan sobat yang tholih (buruk) ibarat penjual minyak kedaluwarsa dan arif besi, ibarat yang dijelaskan dalam sabdanya:
“Perumpamaan mitra yang sholih ibarat pemilik minyak wangi, bila anda tidak mendapat minyak kedaluwarsa tentu anda akan mendapat wanginya dan perumpamaan mitra yang jelek ibarat arif besi, bila besi tidak mengenai anda tentu anda akan terkena asapnya.” (HR. Abu Dawud)
5. Mengilmui ihwal hakikat budbahasa jelek dan dampak negatifnya.
Ketika seseorang mengetahui serta menyadari bahwa sesuatu itu jelek dan tercela, ia pasti akan menjauhi dan meninggalkan hal itu, alasannya ialah mengasihi kebaikan dan menjauhi keburukan merupakan suatu fithroh bagi manusia.
Dalam banyak sabdanya, Rosululloh telah menggambarkan ihwal dampak negatif dari budbahasa buruk, baik pada dirinya maupaun pada komunitas yang ia hidup di tengah-tengahnya. Diantara hadits yang menjelaskan dampak negatif dari budbahasa jelek adalah:
(( وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِليَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي فِيْ الآخِرَةِ مَسَاوِيْكُمْ أَخْلاَقًا ))
“Dan bekerjsama orang yang paling saya benci dan paling jauh dariku di alam abadi ialah orang yang jelek akhlaknya.” (HR. Ahmad)
Inilah di antara cara menerapi budbahasa jelek semoga bisa menjadi solusi dalam melaksanakan perubahan budbahasa jelek kita.
Hendaklah seorang Muslim senantiasa sadar bahwa kesempurnaan budbahasa akan menghasilkan begitu banyak kebaikan dan kemuliaan, dan sebaliknya, budbahasa jelek akan membuahkan keburukan dan malapetaka bagi seseorang dan ini suatu keniscayaan. Mari hiasi langsung kita dengan budbahasa mulia dan akal pekerti yang luhur serta jauhi semua sikap yang jelek lagi tercela semoga kesempurnaan iman, kecintaan dan kedekakatan dengan Rosululloh di nirwana sanggup kita raih.
BACA JUGA : 10 AKHLAK BURUK YANG SERING TERJADI DI KEHIDUPAN KITA, ANDA TERMASUK YANG MANA ?
Komentar
Posting Komentar