Akhlak Rasulullah Sebagai Suri Tauladan Manusia


Menelisik butiran-butiran etika dan kebijaksanaan pekerti Rosululloh merupakan perihal yang sangat menyenangkan dan menakjub-kan. Sungguh telah terkumpul pada diri Beliau   seluruh etika mulia, bermacam-macam keutamaan-keutamaan dan aneka macam kebaikan-kebaikan yang tidak terdapat pada insan yang lainnya. Beliau telah berhasil membuka “mata hati” kaumnya dengan tauhid yang jernih, syari’at yang mudah, dan etika yang luhur.

Alloh   Yang Maha Mulia telah memperlihatkan kesaksiaan bahwa Nabi Muhammad   yaitu orang yang paling tepat akhlaknya, paling mulia dan paling utama. Tidak ada seseorangpun yang mampu menandinginya.
Alloh   berfirman:

“Dan bekerjsama kau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. al-Qolam [68]: 4)

Ibnu ‘Athiyyah   berkata perihal ayat di atas, “(sesungguhnya kamu) benar-benar mempunyai etika luhur.”
Sa’ad bin Hisyam  , berkata, “Aku bertanya kepada ‘Aisyah  , “Wahai ibunda kaum mukminin, kabarkan kepadaku etika Rosululloh!” Ia menjawab, “Tidakkah engkau telah membaca al-Quran?” Sa’ad menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Akhlak dia yaitu al-Qur’an”.” (HR. Muslim)

Beliau   mempunyai etika dan kepribadian yang telah disempurnakan, akar dan keturunannya telah dimuliakan, kedudukan dan derajatnya telah ditinggikan, supaya setiap jiwa mumin tidak bosan mengikutinya dalam melakukan segala hal yang bisa dilaksanakan dan dalam rangka mendekatkan diri kepada Alloh dengan mengikuti dan meneladani etika Rosul-Nya.
Alloh   berfirman:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari tamat zaman dan dia banyak menyebut Alloh.” (QS. al-Ahzab [33]: 21)

Berdasarkan ayat tersebut, tentu saja sebaik-baik teladan bagi setiap Muslim yaitu Rosululloh   yang diutus oleh Alloh untuk menyempurnakan etika mulia dan kebijaksanaan pekerti yang luhur, sebagaimana sabda Beliau  :

 ))بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ ((
“Aku diutus (oleh Alloh) untuk menyempurna-kan etika yang mulia.” (HR. Ahmad dan al-Hakim)

 Untuk menyelami etika Beliau  , marilah kita melihat dan memperhatikan beberapa teladan etika Beliau   yang sangat terpuji biar kita bisa meneladani dan mengikuti serta berakhlak menyerupai Beliau  . Sebab, Beliau   yaitu orang yang paling berpengaruh dan tepat dalam menghiasi dirinya dengan etika dan adat Islam sehingga sangat layak dan pantas untuk dijadikan teladan.

Baca goresan pena selanjutnya : KESABARAN RASULULLAH SAW

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuan Dan Manfaat Mempelajari Sirah Nabi

Apa Aturan Mengambil Bunga Bank ? Dan Jenis Muamalah Yang Bekerjasama Dengan Bank